Buat sebagian orang menikah adalah kata yang indah buat dijalankan, malah dibikin target, tapi tidak dipungkiri juga menikah adalah sebuah kata yang bikin paranoid malah kalo bisa dihindari , hmm layaknya wabah aja yahh….Di agama yang saya anut menikah itu adalah sebuah ajaran yang wajib dijalankan. Seseorang akan dikatakan menuju sebuah kebaikan di dunia dan di hari akhir kelak jika sudah menikah ..

Mari kita bicara sebagai kita manusia yang ada di dunia ( walaupun kita tetap harus memikirkan kehidupan dimana kita akan hidup setelah di dunia ..tapi di konteks ini kita bicara yang dunia dulu yahh ), bagi yang mengatakan menikah adalah kata yang indah , menikah adalah sebuah penantian atau cita-ciata yang sejak kecil sudah dinanti-nantikan, bahkan sejak kecil sudah merancang , type orang yang akan dinikahi serta bagaimana bentuk pernikahan tersebut…

Tapi bagi yang paranoid , sampai usia sudah hampir setengah abad pun mungkin kata menikah akan disimpan dalem-dalem dan dikunci rapat bahkan kalo bisa dibuang ke dasar bumi..uhhhh…. Menurut type “paranoid” ini jika mereka menikah maka yang namanya kebebasan pribadi akan terpenggal dan mereka akan terasa dianiaya bahkan mereka menganggap akan ada proses sharing yang tidak perlu..

Ibarat kutub negatif dan positif maka kedua type tersebut tidak akan ketemu jika mencoba digabungkan..bentrokan hebat akan terjadi… serem jika membayangkan…

Kalo kita mau telaah secara garis besar saja, menikah itu sebenarnya sebuah proses biasa dalam kehidupan, seperti kita minum dan makan atau kita menghirup udara, cuman memang syarat2nya itu perlu sedikit pemikiran yang lumayan bikin otak kanan dan kiri bekerja lebih sedikit ekstra. Kalo kita menganggap menikah adalah sebuah pemecah sebuah problem hidup maka akan sedikit terkungkung dalam arti pernikahan itu sendiri, toh faktanya tetap ada pernikahan yang hanya seumur jagung atau malah ada pernikahan yang hanya sebagai simbol semata..

Mungkin lebih baiknya kita menganggap menikah itu adalah bagian dari proses pendewasaan diri menuju tingkat yg lebih mapan ( bukan harta yahh ), sehingga kita pun terpacu utk menuju proses tersebut ( terlepaslah menikah itu sebagai sebuah impian dan cita2 ), dengan menikah kita akan maju ke tingkat yang lebih dewasa dalam hidup dan akan lepas dari bayang2 ketakutan mengenai pernikahan itu sendiri. Artinya seperti yang diungkapkan di atas, bahwa menikah itu adalah bagian dari proses hidup itu sendiri, dan bagaimana hasilnya dari proses itu sendiri tergantung bagaimana kita menjalaninya…

Jikapun hasilnya tidak baik, selama prosesnya sudah dijalankan dengan baik maka itu adalah masalah takdir yang memang sudah harus diterima, tanpa bermaksud utk merendahkan arti pernikahan itu sendiri, jika harus memulainya lagi dari awal yahh kenapa tidak… toh seperti proses hdup lainnya , kitapun melakukannya berulang-ulang…

Hmmm..sudah siapkan anda menikah ..? ( bagi yg bujangan lohhh..kecuali mau ada yg poligami heheheeh )

Pasar Tradisional

Posted: 9 Oktober 2011 in Belajar Nulis

Masih ingat ndak iklan sebuah partai yang mendengung-dengungkan bahwa kita semua lebih baik berbelanja di pasar Tradisional ..? Pasti ingat kan… Tapi kali ini bukan membahas tentang partai politik atau iklan politik tersebut tapi lebih bercerita tentang situasi pasar tradisional yang keberadaanya masih eksis dan peminatnya juga tidak berkurang.

Sebulan belakangan ini saya rajin mengunjungi pasar-pasar tradisional. Selain karena kondisi keuangan yang sedang cekak juga ingin males kalo harus ke supermarket besar karena parkir motor yang agak ribet dan juga takut bakal beli macem-macem yang tidak ingin dibeli ( hasrat manusia yg tidak pernah puas akan terusik heheheeh ). Secara kenyamanan dan tampilan beda sekali pasat tradisional dengan hypermarket yang sekarang menjamur di mana-mana. Macam carefour, giant, indomaret, alfa dan teman-teman lainnya.

Suasana bersih, terang, sejuk serta berbagai macam barang yang tertata rapih tidak akan ditemui di pasar tradisional. Desak-desakan, di kanan kiri banyak barang serta orang lalu lalang dan tergantung cuaca udara luar sangat terasa di pasar tradisional, belum lagi bau yang campur baur serta kondisi jalanan yang tidak bersih malah kadang becek membuat pasar tradisional terkesan sebuah tempat yang ndak layak buat didatangin.

Tapi nanti dulu, mari kita cek harga dan ragam barang dagangannya. Di pasar tradisional harga elektronik itu bisa jomplang aka miring dibandingkan dengan harga di supermarket besar, bayangkan dengan kondisi barang yang sama plus garansi yang sama juga dan juga masih bisa ditawar. Sebagai contoh real saya menanyakan harga kulkas merek Sha** ( takut dibilang promosi hehehehe ) harganya di supermarket itu berkisar 2,3 juta di pasar tradisional saya ditawari harga pembukaan 1,9 juta dan masih bisa nego plus hanya menambah 50 ribu utk ongkos kirim daerah jakarta.

Berikutnya adalah barang-barang pangan, contoh real saya beli jagung manis, dengan cukup mengeluarkan uang 3 ribu dan setelah ditawar-tawar saya cukup mengeluarkan uang 2500 dan mendapatkan sekilo jagung manis, sedangkan kalo beli di supermarket besar bisa mengeluarkan 7000-9000 utk sekilo jagung manis. Bedanya kalo di pasar tradisional pake plastik kresek bungkusnya dan dilayani oleh mas-mas yang hanya mengenakan kaos kutang dan celana pendek sedangkan di supermarket besar jagung tersebut dibungkus apik dengan plastik serta dilayani oleh mba-mba yang lumayan cantik dan dibawa dengan tas plastik yang rapih dan bersih.

Contoh terakhir yang cukup bikin takjub adalah ketika saya mencoba melepaskan buckel jam tangan, di supermarket besar saya dikenakan biaya 20 ribu hanya utk melepaskan dua buah buckel sedangkan dipasar tradisional cukup 2000 saja dan langsung dilayani sedangkan di supermarket saya harus kembali dalam satu jam kemudian. Wahhhh surprise kan ….ternyata harga merupakan perbedaan yang mencolok, kalo kwalitas barang saya rasa naluri kita bisa membedakan mana yang bagus mana yang jelek. Tidak semua barang di supermarket barang2 yang mempunya kwalitas bagus dan tidak selamanya barang di pasar tradisional itu jelek semua kwalitasnya. Tetapi pastinya harga di pasar tradisional sangat murah dibandingkan harga barang di supermarket besar dan sangat kecil sekali utk harga di supermarket itu lebih murah dibandingkan pasar tradisional dengan barang yang sama.

So… silahkan pilih…di saat krisis ini mana yang ada pilih, ke supermarket besar dengan suasana nyaman tapi harga menguras dompet atau pasar tradisional dengan harga yang jauh-jauh lebih murah tapi suasana sedikit menguras keringat dan hidung agak sedikit ditutup…. Toh uang saat seperti ini harus diirit-iritkan …. Jadi ndak ada salahnya juga memberi kesempatan para pedagang kecil utk menikmati sedikit rezeki… Mari kita ke pasar tradisional… ( stttt..ini bukan iklan partai lohhh ..heheheheh )

Janji Suci

Posted: 9 Oktober 2011 in Belajar Nulis

Menikah … bertaburkan bintang dan cinta serta seribu malaikat turun dari langit untuk menyaksikan serta memberikan doa. Itulah salah satu sebab prosesi menikah dijadikan salah satu moment yg sakral dalam hidup. Persiapannya membutuhkan proses yang tidak singkat. Dari proses kenalan, pacaran sampai memutuskan bahwa “dia” lah orangnya. Belum lagi ditambah proses mempersiapkan pesta pernikahkan itu sendiri. Tidak sedikit materi, pikiran dan fisik yang terkuras.

Hal inti dari sebuah pernikahan adalah proses Ijab kabul dimana kedua pasangan mengucapkan kalimat dihadapan penghulu, orang tua serta kerabat untuk menjadi satu kesatuan. Serta jangan lupa pada saat tersebut seribu malaikat turun dari langit untuk menyaksikan dan mendoakan. Dalam islam menikah itu adalah bagian dari Sunnah Rassul, artinya kita sebagai bagian dari pengikut Rassullulah wajib menikah dan Insya Allah semua ajaran beliau itu bisa menuntun kita menuju surga kelak..amien..

Tapi adahal yang kadang terlupakan tapi sebenarnya itulah yang paling penting menurut saya, yaitu sebuah janji suci dari sang pemimpin keluarga dalam mengarungi bahtera rumah tangganya. Hal ini jarang diperhatikan mungkin karena pada saat pengucapan ijab merupakan saat-saat yang dinantikan apalagi ketika semua saksi mengatakan “sah” wahh lepas sudah ketegangan yang menyelimuti. Padahal disaat terakhir sebelum semua prosesi akad nikah itu selesai ada yang namanya sebuah janji suci yang sangat dalam artinya jika kita berjanji dan menjalankannya , namanya adalah ” SIGHAT TAKLIK “.

Mari kita baca dan perhatikan serta simak baik-baik isi dari Sighat Taklik tersebut :

Sesudah akad nikah, saya, ….(nama pengantin laki-laki)…… bin ….(bokapnya penganten laki-laki)….. berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami, dan akan saya pergauli istri saya bernama …….. (nama penganten perempuan)……. binti ……. (bokap pengantin perempuan) dengan baik (mu’syarah bilma’ruf) menurut ajaran syari’at Islam.
Selanjutnya saya membaca sighat taklik atas istri saya itu sebagai berikut:
Sewaktu-waktu saya:
(1) Meninggalkan istri saya dua tahun berturut-turut,
(2) Atau saya tidak memberikan nafkah wajib kepadanya tiga bulan lamanya,
(3) Atau saya menyakiti badan/jasmani istri saya,
(4) Atau saya membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya enam bulana lamanya, kemudian istri saya tidak ridha dan mengadukan halnya kepada Pengadilan Agama dan pengaduannya dibenarkan serta diterima oleh Pengadilan tersebut, dan istri saya membayar uang sebesar Rp. 1.000,00 (seribu rupiah) sebagai iwadh (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya. Kepada Pengadilan tersebut saya kuasakan untuk menerima uang iwadh itu dan kemudian menyerahkan kepada Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Pusat untuk keperluan ibadah sosial.

Atau sama saja ketika seorang Pendeta menanyakan kepada kedua pasangan sebelum pendeta meresmikan sebuah pernikahan, ” apakah anda …. ( nama pengantin pria/wanita ) bersedia menerima …. ( nama pengantin pria/wanita ) sebagai istri/suami dalam suka dan duka sampai maut memisahkan “… jika dijawab “ya , saya bersedia ” maka resmilah pernikahan itu.

Mungkin sebagian dari kita tidak sadar dan mengganggap itu adalah sebuah kumpulan kalimat saja tetapi kumpulan tersebut merupakan dasar bagaimana menjalankan sebuah pernikahan yang sakinah, mawadah dan warahmah. Simak kalimat pertama yang mengatakan akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami, dan akan saya pergauli istri saya bernama …….. (nama penganten perempuan)……. binti ……. (bokap pengantin perempuan) dengan baik (mu’syarah bilma’ruf) menurut ajaran syari’at Islam… kalimat itu artinya dalam sekali, disitu menjelaskan bahwa sang suami akan berbuat dan bertingkahlaku sesuai dengan ajaran agama artnya sesuai dengan Alqur’an dan Al hadist sebagai dasar ajaran syariat Islam.

Jadi..sebenarnya itulah inti dari pernikahan itu sesungguhnya, sebuah janji suci yang diucapkan dan siap dijalankan dalam sebuah mahligai rumah tangga. Hanya beberapa kalimat tapi itu adalah kumpulan kalimat-kalimat atau sebuah janji suci yang tidaklah mudah untuk menjalankan tapi bisa dijalankan. Akan terasa indah jika menjalankan sesuatu dengan ada aturan yang mendasari. Walaupun kita sebagai manusia tidaklah lepas dari kesalahan tetapi paling tidak kita bisa meminimalkan dan memupuk ladang-ladang kebaikan dalam kehidupan pernikahan/perkawinan kita dan kelak kita semua bersama keluarga menjadi ahli surga..amien…

Bagi para pengantin baru dan calon pengantin janji ini sebuah hal yang bisa dijadikan sebuah dasar dalam membina sebuah rumah tangga dan bagi pari pengantin yang sudah melewati hari-harinya mungkin tidak ada salahnya kita mengingat-ngingat lagi apa yang sudah kita ucapkan dan kita janjikan dan bagi para pengantin yang gagal ( its me ) mari kita koreksi diri dan bangkit untuk bisa mengucapkan janji lagi serta menjalankan dengan baik… Karena Allah pasti punya rencana Indah buat semua umatnya yang mau mengikuti ajarannya..Insya Allah..amien….

Tidak hanya sebuah Lirik

Posted: 9 Oktober 2011 in Belajar Nulis

Pernah seneng atau tergila-gila ama sebuah lagu ndak ..? Pastinya pernah, sampai lagu tersebut diputar berulang-ulang sepanjang hari, sepanjang waktu, sepanjang tempat pokoknya tidak ada waktu yg terlepas tanpa mendengarkan lagu tersebut. Apalagi kalo punya suasana hati yang khusus dan kebetulan lagu itu cocok pasti lebih mantabs mendengarkan lagu tersebut dan bahkan tanpa sadar bersenandung sepanjang waktu..

Sebenarnya selain karena hal di atas apa sih yang menyebabkan kita suka terhadap sebuah lagu, karena penyanyinya, aransemen musiknya, video klipnya atau liriknya atau mungkin ada hal lain ..? Akan ada banyak versi jawaban jika ditanya apa yang disukai dari sebuah lagu, tapi kali ini kita membahas apa sih sebenarnya yang bisa kita tarik sisi positif dari sebuah lagu terutama dari liriknya.

Proses pembuatan lagu bagi masing-masing pencipta itu hampir mirip-mirip, ada pencipta lagu yang berdasarkan kenangan atas sebuah kejadian atau tiba-tiba mendapatkan inspirasi dari apa yg dilihat atau dirasakan. Pastinya dlm lagu itu ada lirik dan aransemen musiknya. Ada yg lirik dan aransemennya diciptakan oleh satu orang/group atau ada yang lirik dan aransemen musiknya terpisah penciptanya.

Kita kembali ke lirik lagu, tidak sedikit dari kita yang suka sebuah lagu karena liriknya, ada daya tarik sendiri jika kita memperhatikan arti dari lirik sebuah lagu. Tanpa disangka banyak lirik-lirik lagu yang merupakan sebuah cerita hidup keseharian kita atau bahkan sebuah gambaran nyata dari sebuah keadaan yang tanpa sadar sering dilupakan orang. Bahkan ada lirik lagu yang merupakan sebuah pengharapan atau kita kenal sebagai doa. Dan banyak lagu yang karena liriknya seperti doa dijadikan sesuatu yang wajib dibawakan dalam sebuah prosesi keagaman.

Satu contoh lagu yang liriknya penuh dengan kepasrahan seseorang serta pengharapan orang tersebut adalah Taubat yg dinyanyikan oleh Opick, tergambar dilagu tersebut bagaimana seseorang yang merasa dirinya kotor dan mengharapkan bahwa dirinya akan bisa tercuci dosanya dan kembali ke jalan yang seharusnya dilaluindan dia meminta dengan sangat kepada PenciptaNYA untuk dbantu. Atau lagu D’masiv yang terbaru yang liriknya itu memotivasi bagi pendengarnya untuk tidak menyerah atas segala kesusahan dalam hidup karena keyakinan akan Tuhan akan membantu melepaskan diri dari kesusahan tersebut. Atau lagu Afgan yang terbaru yang isinya bagaimana menggambarkan kecantikan seorang wanita serta pujian-pujian yang bisa dijadikan rayuan maut ..eheheheheheh

Itu baru tiga lagu, bayangkan berapa banyak lagu yang kita sudah tahu selama kita hidup, ribuan mungkin jutaan . Artinya akan ada ribuan atau jutaan lirik lagu yang bisa kita baca dan kita pelajari untuk bisa dijadikan referensi dalam menjalani keseharian kita. Referensi artinya bukan semacam kitab Suci tetapi makna dari lirik lagu tersebut. Yah siapa tahu aja bisa menjadi sebuah motivasi diri kita karena kalo sudah suka suatu lagu pastinya kita akan bertingkah seperti yang sudah digambarkan di atas dan jika mendengarkan sesuatu hal secara berkali-kali pastinya akan ada yang menyangkut dipikiran untuk bisa dijalankan.

Nah efek yang terjadi tentunya tidak menutup kemungkinan ada yg tidak efek positif tapi kembali lagi ke diri sendiri , mau yg jelek atau mau yang bagus..itu adalah masalah pilihan tentunya. Jadi marilah kita untuk mulai bernyanyi sebuah lagu dengan juga menyimak liriknya secara lebih baik, karena siapa tahu timbul inspirasi atau motivasi yang bisa membantu dalam menjalani keseharian atau bahkan untuk bangkit dari keterpurukan yang kita alami. Semangat baru lagi…. Sambil bernyanyi kita menjalani hidup dengan lebih semangat… dan satu lagi mulailah membeli lagu secara legal jangan bajakan ..heheheehehehehe

Sudah hari ke 20 puasa Ramadhan, wah ini merupakan 10 hari yang akan penuh penuh barakah, dimana Allah akan membuka pintu pengampunan bagi hambaNYA yang menjalankan puasa dengan khusyuk dan penuh keikhlasan serta memohon pengampunan atas dosa-dosa selama hidup…

Semakin dekat ke hari Raya semakin banyak godaan godaan yang mengganggu kekhusyukan ibadan Ramadhan kita semua, kali ini corat-coret ini mencoba menggambarkan bagaimana beruntungnya kita hidup di negri tercinta ini dalam menghadapi puasa dibandingkan dengan sesama umat muslim yang juga melaksanakan ibadah puasa ramadhan dengan penuh kekhawatiran serta was was atau penuh tekanan diskriminatif, provokatif serta menjurus ke arah SARA.

Akhir-akhir ini negeri kita tercinta sedang dirudung masalah kepercayaan dari para anak bangsa terhadap kepemimpinan negri ini, dari kasus-kasus korupsi yang lewat begitu saja, para koruptor yang mendapat “perlakuan” istimewa, para wakil rakyat yg semakin tidak terhormat saja, penggede yang mulai bersikap “berlebihan”, kebijakan-kebijakan yang jauh dari kepentingan rakyat serta yang terkahir bagaimana lemahnya kita terhadap intervensi negara asing yg jelas-jelas sudah melanggar kedaulatan negri tercinta ini.

Dari buruknya hal-hal di atas ada satu hal yang patut kita syukuri baik baik sebagai bagian dari anak bangsa yaitu keleluasaan kita beribadah puasa ramadhan . Sebagai negara yang mempunyai muslim terbesar di dunia , negri kita sangat memberikan keleluasaan bagi kita para muslim untuk melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan juga bagi umat agama lainnya dalam menjalankan ritual agamanya masing-masing. Banyak hal dipersiapkan para pemimpin negri ini untuk kita semua para muslim agar bisa khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.

Penetapan waktu 1 Ramadhan, penyesuaian waktu kerja, pelarangan tempat-tempat hiburan utk beroperasi, operasi pasar dalam menekan harga barang-barang, perbaikan jalan disana-sini dan banyak lainnya merupakah peran pemerintah untuk anak bangsanya dalam menghadapi puasa Ramadhan. Senandung ayat-ayat al quran sepanjang waktu dengan menggunakan pengeras suara, adzan yang bersautan pada saat waktu shalat masuk, acara-acara keagamaan di tv-tv lokal maupun nasional, ceramah di masjid-masjid maupun mushola ataupun di kantor-kantor baik itu siang, sore ataupun malam.

Shalat tarawih yang dengan leluasa kita bisa memilih dimana kita mau melaksanakan, tadarus di setiap malam puasa, pembagian tajil disetiap jalan-jalan maupun lokasi-lokasi keramaian lainnya, iringan para pemberi makanan sahur yang setiap malam sampai pagi terus menghiasi jalan-jalan, itikaf di masjid serta mushola yang akan segera kita laksanakan, sedekah-sedekah yang terus dikumandangkan serta banyak hal baik lain yang bisa kita nikmati serta lakukan dengan bebas di negri tercinta ini.

Tapi dibelahan bumi lain banyak kamu muslim yang menjalankan ibadah dengan penuh kebelengguan , contoh konkrit bagaimana pemerintah Italia melarang kaum muslim dinegaranya untuk berpuasa dengan alasan akan mengganggu kinerja dari orang tersebut, melarang kegiatan ibadah selama berpuasa, melarang kumandangnya adzan di masjid.. astagfirullah …

Di belanda pun demikian, negri tersebut melarang para pekerja muslim untuk berpuasa serta melakukan ritual ramadhan, hal itu semua dengan beralaskan kepentingan keutuhan negara tersebut. Nasib muslim di perancis serta spanyol pun tidak jauh beda, perlakukan diskriminatif aturan dinegara tersebut membuat pelaksanaan ibadah puasa ramadhan dihantui rasa was-was.

Sebagai referensi silahkan buka link ini http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fid.promotion.yahoo.com%2Framadan%2Farticle%3Fblogid%3Dramadan%26postid%3D36%26viewPost%3D1&h=dd541

 

Lainnya halnya dengan negara muslim di belahan benua asia, para muslim menjalankan puasa dengan penuh keprihatinan, karena sampai sekarang negrinya masih “terjajah” oleh bangsa lainnya, seperti Afganistan, Palestina, Irak serta banyak negara-negara muslim yang masih penuh dengan konflik di negaranya seperti Pakistan serta pecahan Rusia yang sampai saat ini masih terjadi konflik. Saudara-saudara kita menjalankan puasa dengan penuh kecemasan akan bahaya bom, kekurangan pangan, serangan kaum bersenjatan serta tekanan-tekanan diskriminatif dari para “musuh”.

Tidak bedanya juga para saudara muslim kita di negrinya obama, walaupun sang Obama sudah memberikan maklumat bahwa muslim di negrinya bisa bebas melakukan ibadah puasa tetap saja masih banyak perlakukan diskriminatif serta provokatif dari segelintir warga AS dengan mengatas namakan islam sebagai teroris mencoba mengganggu para muslim di USA untuk menjalankan ibadah puasa.

Nah dari corat coret di atas , terbayang bersyukurnya kita di negri ini dalam menjalan ibadah Puasa Ramadhan dengan tenang dan damai.. Tidak ada perlakuan diskriminatif malah kita diberikan keleluasaan serta perlakuan yang istimewa… Apapun yang terjadi dengan negri ini dengan ulah para pemimpin kita tapi kemudahan dan keleluasaan beribadah merupakan nikmat yang tiada taranya …Alhamdulillah ..

fabi-ayyi aalaa-i rabbikum aa tukadzdzibaani

 Nimat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

 

Uniknya Wanita Di Tarim

Posted: 12 Agustus 2010 in Copy Paste

Mengenai wanita di kota Tarim Hadramaut itu, jauh berbeda dengan sebagian besar wanita wanita muslimah di dunia, bahkan di wilayah wilayah lain di kota kota yang juga di Hadramaut pun sudah banyak yang pudar ketegasan syariahnya, wanita-wanita Tarim itu terbiasa dari sejak kecil dibesarkan di lingkungan ulama, siang malam mereka adalah obrolan majelis ilmu, alqur’an, adab, akhlak, tasawwuf, demikian mereka dibesarkan, mereka dibesarkan tidak kenal musik, tidak kenal kebiadaban, tidak kenal wajah orang fasiq, bahkan para wanitanya itu tidak pernah melihat lelaki selain kakaknya dan pamannya.

Saat mereka menikah, ketika ditanya pada istri “apa sih kesannya saat awal berjumpa?” ia menjawab : “saya bingung, seumur hidup saya belum pernah melihat lelaki selain kakak kandung saya, lalu ini ada lelaki asing duduk di kamar saya.”

Demikian keadaan mereka, mereka tak pernah menyusahkan suaminya, demikian pula suami pada istrinya, bila susu habis misalnya, atau beras, atau apa saja yang perlu dibeli, mereka tak berani bicara pada suaminya, karena takut suaminya sedang tidak ada uang, atau sedang sibuk, maka mereka taruh lah bungkus-bungkus kosong itu kira-kira di tempat yg sekiranya menyolok dan terlihat oleh suaminya.

Demikian pula suami, seluruh hajat pasar, sayur dan lainnya suami yang belanja, istrinya boleh-boleh saja keluar ke pasar kaum wanita, misalnya belanja baju, atau barang barang khusus wanita, kalau urusan dapur, sayur, beras dll itu tugas suami atau pembantu.

Istri selalu membuat kamar tidur wangi, bila suaminya pulang maka pastilah kamar sudah di tata rapih dan sangat wangi, pakaian suami sudah pasti wangi, kamar mandi wangi, semua ditata serapi mungkin.

Istri tak pernah mengangkat suara pada suami, tak pernah marah, tak pernah cemberut, bila mereka kesal mereka menangis dan mengadu pd suaminya dg lirih.. Itulah marah mereka. demikian pula suami, tak pernah marah pd istri, apalagi mencaci, bila sudah sangat kesal atas sesuatu, suami tulis surat pada istri lalu pergi atau tidur, nanti istri menjawab pula, lalu suami menjawab pula, akhirnya keduanya tertawa bersama.

Masih banyak lagi keunikan dan seni budi pekerti muhammad SAW dalam rumah tangga nabawiy yang sulit kita temukan di masa kini.

dikutip dari :

  •  MAJELIS MAULIDURRASUL WA TA’LIM SEGGAF ASSEGAF SURABAYA (Ratib – Maulid )’s Notes (0)
  • Sudah menjadi sebuah rutinitas dimana pada saat menjelang bulan puasa “diwajibkan” menyediakan dana tambahan untuk kebutuah rumah tangga, selain menyediakan hidangan ekstra juga ditambah harga bahan makanan cenderung naik serta penyedian biaya tambahan untuk menghadapi hari raya..wahhhh double double bahkan bisa triple triple…

    Nahh ada sedikit tips dari Ahmad Gozali , sedikit ulasan mengenai beliau :

    Ahmad Gozali adalah seorang Perencana Keuangan. Menempuh pendidikannya di sebuah sekolah tinggi dengan spesialisasi akuntansi, Gozali pernah bekerja di sebuah lembaga konsultasi manajemen. Setelah itu, ia meneruskan karirnya di sebuah instansi pemerintah yang banyak berkutat dalam bidang anggaran dan keuangan negara.

    Kecintaannya pada dunia keuangan membuatnya memutuskan untuk bergabung pada Safir Senduk & Rekan sejak tahun 2000. Sampai saat ini, ia sudah banyak sekali berhadapan dengan ratusan kasus tentang keuangan keluarga, mulai dari yang paling sederhana hingga yang sangat kompleks. Ia juga banyak mempelajari dan memberikan konsultasi pada bidang keuangan syariah, mulai dari seluk beluk lembaga keuangan syariah, hingga kasus keuangan keluarga yang sifatnya Islami. Namun demikian, secara umum ia juga menghadapi kasus-kasus keuangan yang memang secara rutin datang padanya, seperti investasi, usaha kecil, pendidikan anak hingga masalah pensiun.

    Tips-tips ini dikutip dari timelines beliau di account twitternya ( @ahmadgozali ), berikut :

    Tips No.1: “Sebisa mungkin, hindari belanja dlm kondisi puasa. Klo pun terpaksa, belanja lebaran pagi2 aja. Ato nunggu ‘libur’ tuk wanita.

    Di bulan puasa, logikanya pengeluaran berkurang. Tapi kenyataannya, malah tambah boros. Salah satu sebabnya: “meja makan yg makin sempit”. Kenapa meja makan makin “sempit” di bulan puasa? Salah satu sebabnya adlh karena “belanja impulsif” yg lbh kuat di bulan puasa. Kok bisa?

    Penelitian: belanja dlm kondisi lapar, lelah, capek, ngantuk, terburu2 mbuat dorongan belanja impulsif makin kuat. Emosi naik, logika turun. Di bln puasa, biasanya: siang ngantuk, sore laper, malam terburu2 ato ngantuk. Jelas bkn kondisi ideal tuk belanja.

    Tips-2: “Belanja kebutuhan puasa dan hari raya, lbh afdhal sebelum Ramadhan. Harga blm naik, dan tdk terdorong impulsif”

    Tips-3: Jajan bukaan puasa sesore mungkin. Krn di siang hari, smua jajanan terlihat “enak” sehingga bisa sangat impulsif. Ini itu mau semua.

    Di bulan puasa, logikanya pengeluaran berkurang. Tapi kenyataannya, malah tambah boros. Salah satu sebabnya: “meja makan yg makin sempit”. Kenapa meja makan makin “sempit” di bulan puasa? Salah satu sebabnya adlh karena “belanja impulsif” yg lbh kuat di bulan puasa. Kok bisa?

    Dlm neuroeconomics, ini namanya anchoring. Kita menilai murah/mahal dibandingkan dgn penghasilan/pengeluaran yg baru terjadi.

    Tips-4: Pisahkan belanja rutin dgn belanja khusus puasa-lebaran. Pisahkan sumber uangnya dan waktu belanjanya.

    So, PISAHKAN belanja rutin & belanja khusus buat puasa-lebaran. Klo tdk, belanja rutin ikut boros krn bersamaan dgn belanja khusus yg besar.

    Kalau pengeluaran naik krn meningkatkan KUANTITAS makanan di bln puasa, itu tandanya BOROS. Yang naik itu KUALITAS, bkn KUANTITAS

    Kiat-5: Jgn beri hadiah anak yg dihitung dari jumlah hari puasanya. Utk 1-2 thn pertama oke lah, tapi berikutnya hrs latih keikhlasannya

    Kalau mau beri hadiah uang tuk anak2, jgn dlm bentuk uang tunai. Sekalian aja dlm bentuk celengan, cek, deposito, tabungan.

    Tips-6: Antisipasi kenaikan harga makanan, maksimal 20% dari total bujet rutin. Ambil aja dananya dari bujet makan siang di kantor.

    Harga cabe, ayam, daging, kelapa, beras, dll pada naik? bukan alasan puasa jadi boros. Makanan bkn pengeluaran terbesar dari bujet.

    Bujet terbesar lebaran yg bikin boros adalah: BIAYA GENGSI..! Please, stop it! Ortu kangen sama anaknya, bkn sama mobil, baju & uangnya.

    Tips-7: Perbanyak sedekah di bulan puasa nanti. Sedekah meningkatkan empati sehingga menurunkan ego tuk boros. Boros = Egois.

    30% dari gaji utk bayar utang, sisanya lain2. Bagaimana kalo 30% THR tuk sedekah & hadiah, sisanya lain2 (samain dgn gaji).

    Sangat inspiratif..mungkin selama ini kita terlalu memandang atau menyambut bulan puasa dengan sedikit “emosi” padahal harusnya kita menghadapinya dengan sabar dan iman yg lebih berkwalitas …semoga tips2 ini bisa membantu… utk lebih serunya silahkan follow account twitter @ahmadgozali …

    mari kita sambut bulan Puasa dengan meningkatkan kwalitas Iman ..bukan kuantias duniawi kita…