Tips menghadapi Puasa ala Ahmad Gozali

Posted: 6 Agustus 2010 in Copy Paste

Sudah menjadi sebuah rutinitas dimana pada saat menjelang bulan puasa “diwajibkan” menyediakan dana tambahan untuk kebutuah rumah tangga, selain menyediakan hidangan ekstra juga ditambah harga bahan makanan cenderung naik serta penyedian biaya tambahan untuk menghadapi hari raya..wahhhh double double bahkan bisa triple triple…

Nahh ada sedikit tips dari Ahmad Gozali , sedikit ulasan mengenai beliau :

Ahmad Gozali adalah seorang Perencana Keuangan. Menempuh pendidikannya di sebuah sekolah tinggi dengan spesialisasi akuntansi, Gozali pernah bekerja di sebuah lembaga konsultasi manajemen. Setelah itu, ia meneruskan karirnya di sebuah instansi pemerintah yang banyak berkutat dalam bidang anggaran dan keuangan negara.

Kecintaannya pada dunia keuangan membuatnya memutuskan untuk bergabung pada Safir Senduk & Rekan sejak tahun 2000. Sampai saat ini, ia sudah banyak sekali berhadapan dengan ratusan kasus tentang keuangan keluarga, mulai dari yang paling sederhana hingga yang sangat kompleks. Ia juga banyak mempelajari dan memberikan konsultasi pada bidang keuangan syariah, mulai dari seluk beluk lembaga keuangan syariah, hingga kasus keuangan keluarga yang sifatnya Islami. Namun demikian, secara umum ia juga menghadapi kasus-kasus keuangan yang memang secara rutin datang padanya, seperti investasi, usaha kecil, pendidikan anak hingga masalah pensiun.

Tips-tips ini dikutip dari timelines beliau di account twitternya ( @ahmadgozali ), berikut :

Tips No.1: “Sebisa mungkin, hindari belanja dlm kondisi puasa. Klo pun terpaksa, belanja lebaran pagi2 aja. Ato nunggu ‘libur’ tuk wanita.

Di bulan puasa, logikanya pengeluaran berkurang. Tapi kenyataannya, malah tambah boros. Salah satu sebabnya: “meja makan yg makin sempit”. Kenapa meja makan makin “sempit” di bulan puasa? Salah satu sebabnya adlh karena “belanja impulsif” yg lbh kuat di bulan puasa. Kok bisa?

Penelitian: belanja dlm kondisi lapar, lelah, capek, ngantuk, terburu2 mbuat dorongan belanja impulsif makin kuat. Emosi naik, logika turun. Di bln puasa, biasanya: siang ngantuk, sore laper, malam terburu2 ato ngantuk. Jelas bkn kondisi ideal tuk belanja.

Tips-2: “Belanja kebutuhan puasa dan hari raya, lbh afdhal sebelum Ramadhan. Harga blm naik, dan tdk terdorong impulsif”

Tips-3: Jajan bukaan puasa sesore mungkin. Krn di siang hari, smua jajanan terlihat “enak” sehingga bisa sangat impulsif. Ini itu mau semua.

Di bulan puasa, logikanya pengeluaran berkurang. Tapi kenyataannya, malah tambah boros. Salah satu sebabnya: “meja makan yg makin sempit”. Kenapa meja makan makin “sempit” di bulan puasa? Salah satu sebabnya adlh karena “belanja impulsif” yg lbh kuat di bulan puasa. Kok bisa?

Dlm neuroeconomics, ini namanya anchoring. Kita menilai murah/mahal dibandingkan dgn penghasilan/pengeluaran yg baru terjadi.

Tips-4: Pisahkan belanja rutin dgn belanja khusus puasa-lebaran. Pisahkan sumber uangnya dan waktu belanjanya.

So, PISAHKAN belanja rutin & belanja khusus buat puasa-lebaran. Klo tdk, belanja rutin ikut boros krn bersamaan dgn belanja khusus yg besar.

Kalau pengeluaran naik krn meningkatkan KUANTITAS makanan di bln puasa, itu tandanya BOROS. Yang naik itu KUALITAS, bkn KUANTITAS

Kiat-5: Jgn beri hadiah anak yg dihitung dari jumlah hari puasanya. Utk 1-2 thn pertama oke lah, tapi berikutnya hrs latih keikhlasannya

Kalau mau beri hadiah uang tuk anak2, jgn dlm bentuk uang tunai. Sekalian aja dlm bentuk celengan, cek, deposito, tabungan.

Tips-6: Antisipasi kenaikan harga makanan, maksimal 20% dari total bujet rutin. Ambil aja dananya dari bujet makan siang di kantor.

Harga cabe, ayam, daging, kelapa, beras, dll pada naik? bukan alasan puasa jadi boros. Makanan bkn pengeluaran terbesar dari bujet.

Bujet terbesar lebaran yg bikin boros adalah: BIAYA GENGSI..! Please, stop it! Ortu kangen sama anaknya, bkn sama mobil, baju & uangnya.

Tips-7: Perbanyak sedekah di bulan puasa nanti. Sedekah meningkatkan empati sehingga menurunkan ego tuk boros. Boros = Egois.

30% dari gaji utk bayar utang, sisanya lain2. Bagaimana kalo 30% THR tuk sedekah & hadiah, sisanya lain2 (samain dgn gaji).

Sangat inspiratif..mungkin selama ini kita terlalu memandang atau menyambut bulan puasa dengan sedikit “emosi” padahal harusnya kita menghadapinya dengan sabar dan iman yg lebih berkwalitas …semoga tips2 ini bisa membantu… utk lebih serunya silahkan follow account twitter @ahmadgozali …

mari kita sambut bulan Puasa dengan meningkatkan kwalitas Iman ..bukan kuantias duniawi kita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s