Janji Suci

Posted: 9 Oktober 2011 in Belajar Nulis

Menikah … bertaburkan bintang dan cinta serta seribu malaikat turun dari langit untuk menyaksikan serta memberikan doa. Itulah salah satu sebab prosesi menikah dijadikan salah satu moment yg sakral dalam hidup. Persiapannya membutuhkan proses yang tidak singkat. Dari proses kenalan, pacaran sampai memutuskan bahwa “dia” lah orangnya. Belum lagi ditambah proses mempersiapkan pesta pernikahkan itu sendiri. Tidak sedikit materi, pikiran dan fisik yang terkuras.

Hal inti dari sebuah pernikahan adalah proses Ijab kabul dimana kedua pasangan mengucapkan kalimat dihadapan penghulu, orang tua serta kerabat untuk menjadi satu kesatuan. Serta jangan lupa pada saat tersebut seribu malaikat turun dari langit untuk menyaksikan dan mendoakan. Dalam islam menikah itu adalah bagian dari Sunnah Rassul, artinya kita sebagai bagian dari pengikut Rassullulah wajib menikah dan Insya Allah semua ajaran beliau itu bisa menuntun kita menuju surga kelak..amien..

Tapi adahal yang kadang terlupakan tapi sebenarnya itulah yang paling penting menurut saya, yaitu sebuah janji suci dari sang pemimpin keluarga dalam mengarungi bahtera rumah tangganya. Hal ini jarang diperhatikan mungkin karena pada saat pengucapan ijab merupakan saat-saat yang dinantikan apalagi ketika semua saksi mengatakan “sah” wahh lepas sudah ketegangan yang menyelimuti. Padahal disaat terakhir sebelum semua prosesi akad nikah itu selesai ada yang namanya sebuah janji suci yang sangat dalam artinya jika kita berjanji dan menjalankannya , namanya adalah ” SIGHAT TAKLIK “.

Mari kita baca dan perhatikan serta simak baik-baik isi dari Sighat Taklik tersebut :

Sesudah akad nikah, saya, ….(nama pengantin laki-laki)…… bin ….(bokapnya penganten laki-laki)….. berjanji dengan sesungguh hati, bahwa saya akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami, dan akan saya pergauli istri saya bernama …….. (nama penganten perempuan)……. binti ……. (bokap pengantin perempuan) dengan baik (mu’syarah bilma’ruf) menurut ajaran syari’at Islam.
Selanjutnya saya membaca sighat taklik atas istri saya itu sebagai berikut:
Sewaktu-waktu saya:
(1) Meninggalkan istri saya dua tahun berturut-turut,
(2) Atau saya tidak memberikan nafkah wajib kepadanya tiga bulan lamanya,
(3) Atau saya menyakiti badan/jasmani istri saya,
(4) Atau saya membiarkan (tidak memperdulikan) istri saya enam bulana lamanya, kemudian istri saya tidak ridha dan mengadukan halnya kepada Pengadilan Agama dan pengaduannya dibenarkan serta diterima oleh Pengadilan tersebut, dan istri saya membayar uang sebesar Rp. 1.000,00 (seribu rupiah) sebagai iwadh (pengganti) kepada saya, maka jatuhlah talak saya satu kepadanya. Kepada Pengadilan tersebut saya kuasakan untuk menerima uang iwadh itu dan kemudian menyerahkan kepada Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Pusat untuk keperluan ibadah sosial.

Atau sama saja ketika seorang Pendeta menanyakan kepada kedua pasangan sebelum pendeta meresmikan sebuah pernikahan, ” apakah anda …. ( nama pengantin pria/wanita ) bersedia menerima …. ( nama pengantin pria/wanita ) sebagai istri/suami dalam suka dan duka sampai maut memisahkan “… jika dijawab “ya , saya bersedia ” maka resmilah pernikahan itu.

Mungkin sebagian dari kita tidak sadar dan mengganggap itu adalah sebuah kumpulan kalimat saja tetapi kumpulan tersebut merupakan dasar bagaimana menjalankan sebuah pernikahan yang sakinah, mawadah dan warahmah. Simak kalimat pertama yang mengatakan akan menepati kewajiban saya sebagai seorang suami, dan akan saya pergauli istri saya bernama …….. (nama penganten perempuan)……. binti ……. (bokap pengantin perempuan) dengan baik (mu’syarah bilma’ruf) menurut ajaran syari’at Islam… kalimat itu artinya dalam sekali, disitu menjelaskan bahwa sang suami akan berbuat dan bertingkahlaku sesuai dengan ajaran agama artnya sesuai dengan Alqur’an dan Al hadist sebagai dasar ajaran syariat Islam.

Jadi..sebenarnya itulah inti dari pernikahan itu sesungguhnya, sebuah janji suci yang diucapkan dan siap dijalankan dalam sebuah mahligai rumah tangga. Hanya beberapa kalimat tapi itu adalah kumpulan kalimat-kalimat atau sebuah janji suci yang tidaklah mudah untuk menjalankan tapi bisa dijalankan. Akan terasa indah jika menjalankan sesuatu dengan ada aturan yang mendasari. Walaupun kita sebagai manusia tidaklah lepas dari kesalahan tetapi paling tidak kita bisa meminimalkan dan memupuk ladang-ladang kebaikan dalam kehidupan pernikahan/perkawinan kita dan kelak kita semua bersama keluarga menjadi ahli surga..amien…

Bagi para pengantin baru dan calon pengantin janji ini sebuah hal yang bisa dijadikan sebuah dasar dalam membina sebuah rumah tangga dan bagi pari pengantin yang sudah melewati hari-harinya mungkin tidak ada salahnya kita mengingat-ngingat lagi apa yang sudah kita ucapkan dan kita janjikan dan bagi para pengantin yang gagal ( its me ) mari kita koreksi diri dan bangkit untuk bisa mengucapkan janji lagi serta menjalankan dengan baik… Karena Allah pasti punya rencana Indah buat semua umatnya yang mau mengikuti ajarannya..Insya Allah..amien….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s