Pasar Tradisional

Posted: 9 Oktober 2011 in Belajar Nulis

Masih ingat ndak iklan sebuah partai yang mendengung-dengungkan bahwa kita semua lebih baik berbelanja di pasar Tradisional ..? Pasti ingat kan… Tapi kali ini bukan membahas tentang partai politik atau iklan politik tersebut tapi lebih bercerita tentang situasi pasar tradisional yang keberadaanya masih eksis dan peminatnya juga tidak berkurang.

Sebulan belakangan ini saya rajin mengunjungi pasar-pasar tradisional. Selain karena kondisi keuangan yang sedang cekak juga ingin males kalo harus ke supermarket besar karena parkir motor yang agak ribet dan juga takut bakal beli macem-macem yang tidak ingin dibeli ( hasrat manusia yg tidak pernah puas akan terusik heheheeh ). Secara kenyamanan dan tampilan beda sekali pasat tradisional dengan hypermarket yang sekarang menjamur di mana-mana. Macam carefour, giant, indomaret, alfa dan teman-teman lainnya.

Suasana bersih, terang, sejuk serta berbagai macam barang yang tertata rapih tidak akan ditemui di pasar tradisional. Desak-desakan, di kanan kiri banyak barang serta orang lalu lalang dan tergantung cuaca udara luar sangat terasa di pasar tradisional, belum lagi bau yang campur baur serta kondisi jalanan yang tidak bersih malah kadang becek membuat pasar tradisional terkesan sebuah tempat yang ndak layak buat didatangin.

Tapi nanti dulu, mari kita cek harga dan ragam barang dagangannya. Di pasar tradisional harga elektronik itu bisa jomplang aka miring dibandingkan dengan harga di supermarket besar, bayangkan dengan kondisi barang yang sama plus garansi yang sama juga dan juga masih bisa ditawar. Sebagai contoh real saya menanyakan harga kulkas merek Sha** ( takut dibilang promosi hehehehe ) harganya di supermarket itu berkisar 2,3 juta di pasar tradisional saya ditawari harga pembukaan 1,9 juta dan masih bisa nego plus hanya menambah 50 ribu utk ongkos kirim daerah jakarta.

Berikutnya adalah barang-barang pangan, contoh real saya beli jagung manis, dengan cukup mengeluarkan uang 3 ribu dan setelah ditawar-tawar saya cukup mengeluarkan uang 2500 dan mendapatkan sekilo jagung manis, sedangkan kalo beli di supermarket besar bisa mengeluarkan 7000-9000 utk sekilo jagung manis. Bedanya kalo di pasar tradisional pake plastik kresek bungkusnya dan dilayani oleh mas-mas yang hanya mengenakan kaos kutang dan celana pendek sedangkan di supermarket besar jagung tersebut dibungkus apik dengan plastik serta dilayani oleh mba-mba yang lumayan cantik dan dibawa dengan tas plastik yang rapih dan bersih.

Contoh terakhir yang cukup bikin takjub adalah ketika saya mencoba melepaskan buckel jam tangan, di supermarket besar saya dikenakan biaya 20 ribu hanya utk melepaskan dua buah buckel sedangkan dipasar tradisional cukup 2000 saja dan langsung dilayani sedangkan di supermarket saya harus kembali dalam satu jam kemudian. Wahhhh surprise kan ….ternyata harga merupakan perbedaan yang mencolok, kalo kwalitas barang saya rasa naluri kita bisa membedakan mana yang bagus mana yang jelek. Tidak semua barang di supermarket barang2 yang mempunya kwalitas bagus dan tidak selamanya barang di pasar tradisional itu jelek semua kwalitasnya. Tetapi pastinya harga di pasar tradisional sangat murah dibandingkan harga barang di supermarket besar dan sangat kecil sekali utk harga di supermarket itu lebih murah dibandingkan pasar tradisional dengan barang yang sama.

So… silahkan pilih…di saat krisis ini mana yang ada pilih, ke supermarket besar dengan suasana nyaman tapi harga menguras dompet atau pasar tradisional dengan harga yang jauh-jauh lebih murah tapi suasana sedikit menguras keringat dan hidung agak sedikit ditutup…. Toh uang saat seperti ini harus diirit-iritkan …. Jadi ndak ada salahnya juga memberi kesempatan para pedagang kecil utk menikmati sedikit rezeki… Mari kita ke pasar tradisional… ( stttt..ini bukan iklan partai lohhh ..heheheheh )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s